Karya: TIKA SARI, S.S



Pada hari senin tanggal 24 Februari 2025, MA Al-Faseni melakukan ujian praktik tataboga. Kegiatan ini dilakukan salah satu bagian dari rangkain ujian praktik siswa-siswi kelas XII untuk memenuhi syarat kelulusan. Pelaksanaan ujian praktik tataboga bertujuan untuk melatih siswa-siswi dalam bidang masak-memasak, ini juga bisa melatih kemandirian peserta didik. Harapannya juga dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya berinovasi dalam memasak. Tujuannya juga meningkatkan potensi wirausaha dan menjadi ibu rumah tangga yang kreatif.
Praktik tataboga boga dimulai dari jam 13:00 WIB, dimulai dengan anak-anak menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan selama praktik. Seperti kompor gas, panci, piring, sendok, baskom, spatula dan lain-lain. Bahan yang disediakan yaitu bawang merah, bawang putih, cabe, lengkuas, jahe, ikan, ayam dan masih banyak lagi. Praktik ini dinilai secara individu, setiap anak harus membuat satu menu makanan. Masing-masing siswa membuat menu yang berbeda yaitu ikan nila bumbu kuning, ayam saus padang, ikan bakar bumbu padang, gulai jengkol, nungget, nasi goreng sosis, dan yang lainnya. Dengan begini anak-anak belajar mandiri untuk bertanggung jawab dengan menu masakannya sendiri-sendiri. Kreativitas masak anak juga dinilai dalam praktik ini. Tidak hanya menggunakan kompor gas tapi anak-anak juga memanfaatkan kayu bakar yang ada disekitar sekolah. Jadi sebagian anak memasak menggunakan kayu bakar.



Terlihat sekali antusias peserta didik mengikuti praktik tataboga, karena ini pengalaman yang menarik, apalagi sebagian anak-anak tidak pernah memasak di rumah. Terlihat juga siswa laki-laki yang tidak pernah melakukan kegiatan ini dirumah. Adanya praktik ini menjadi pengalaman kepada mereka dan memberikan pemahaman bahwa skill memasak ini penting dimiliki, tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki . Kemampuan memasak ini salah satu skill untuk bertahan hidup yang harus dimiliki setiap manusia.
Jam 15:30 semua masakan sudah selesai, lalu dihidangkan dengan konsep parasmanan. Semua masakan dicicipin oleh beberapa guru dan dinilai oleh juri. Harapannya ilmu tataboga ini bisa sangat bermanfaat. Diharapkan semua resep makanan yang dibuat pada hari ini bisa diaplikasikan kembali di kehidupan sehari-hari.
