

Karya: TIKA SARI,S.S
Mengatur waktu saat bulan puasa menjadi kunci dalam menjalankan ibadah dan studi. Bagaimana kita bisa mengelola waktu agar ibadah dan belajar tetap berjalan, ini menjadi tantangan peserta didik dalam melakukan ujian di bulan Ramadhan. Peserta didik harus bisa mengatur dengan baik kapan waktu belajar untuk mengikuti ujian seperti belajar sebelum berbuka, setelah terawih, setelah shalat subuh, perbanyak minum air putih ketika sahur, mengurangi kegiatan di siang hari, dan yang paling penting selalu berdoa di bulan yang suci ini. Dengan ini mereka bisa menyimbangkan antara ibadah dan belajar.
Terlihat di Madrasah Aliyah Al-Faseni yang turut melakukan Assesmen Madrasah di bulan Ramadhan, dimulai dari tanggal 7-15 Maret 2025. Walaupun ibadah dan belajar dikombinasikan, peserta didik diharapkan bisa tetap fokus dan semangat dalam melakukan kegiatan ini. Peserta didik juga harus mengatur konsentrasi selama mengisi jawaban ujian dan berusaha untuk tidak menyontek karena itu bisa mengurangi kualitas pahala puasa.
Adapun mata pelajaran yang diujiankan di MA Al-Faseni yaitu Ekonomi, Geografi, Matematika, PKN, PJOK, Bahasa Arab, Sosiologi, Sejarah, Al-Quran Hadist, Akidah Akhlak, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Fiqih, Informatika, SKI. Satu hari peserta didik 2 mata pelajaran yang diujiankan. Kegiatan ujian dimulai pada pukul 08:00 – 11:30 WIB. Setelah itu peserta didik diperbolehkan pulang untuk beristirahat.
Tidak bisa dipungkiri juga bahwa menghadapi Asesmen Madrasah peserta didik menghadapi beberapa tantangan seperti yang dikatakan Raya Desmalia Putri salah satu siswa yang mengikuti ujian “ Ujian di bulan Ramadhan cukup sulit karena kami menjadi kurang fokus dan lebih mudah mengantuk. Tetapi kami berusaha untuk bisa mengikuti ujian dengan baik. Tantangan lainnya yaitu kami harus bisa menyeimbangkan antara ibadah dan belajar, tapi kami sudah tau cara untuk mengatasinya yaitu mencari waktu yang tepat untuk belajar seperti setelah menjalankan ibadah”.
