Website Resmi MA Plus Alfaseni

Kemah Budaya di MA Al-Faseni: Ruang Generasi Muda untuk Pemajuan Kebudayan

Karya : TIKA SARI, S.S

Kebudayaan adalah cara hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh sekelompok orang atau seseorang. Kita sebagai generasi saat ini harus mewariskan ke generasi selanjutnya. Bentuk mewariskannya bisa melalui berbagai bidang salah satunya lewat dunia pendidikan. Karena dunia pendidikan menjadi pengaruh yang besar untuk terus memperkenalkan budaya Indonesia kepada peserta didik. Jadi seharusnya sekolah-sekolah yang ada di Indonesia ini membuat program yang melestarikan kebudayaan. Salah satunya sekolah MA Al-Faseni menyelenggarakan acara kemah budaya.

 

Kemah budaya diselenggarakan di MA Al-Faseni pada tanggal 11 dan 12 Februari 2025. Kegiatan ini diikuti peserta didik tingkat SD/ MI Sederajat dan SMP/ MTS Sederajat. Hari pertama kegiatan ini diawali dengan kedatangan para peserta yang mendirikan tenda di lapangan MA Al-Faseni. Lalu dilanjutkan kegiatan malam yang menampilkan berbagai kesenian mulai dari Tari Piring, Vokal Solo yang menyanyikan lagu daerah Tanjung Jabung Timur yaitu Senandung Malam. Lalu teater yang berjudul panggilan alam dan hantu aek, diangkat dari mitos yang berkembang di masyarakat dan teater ini memperkenalkan bahasa melayu Jambi. Penampilan-penampilan tersebut persembahan dari siswa-siswi MA Al-Faseni kelas X dan XII. Selanjutnya penampilan dari beberapa peserta yaitu paduan suara, tarian budaya dan hadroh yang digabungkan dengan pencak silat.

 

Hari kedua dilanjutkan dengan upacara pembukaan Kemah Budaya yang diikuti oleh seluruh peserta, siswa-siswi MA Al-Faseni, dan GTK (Guru Tenaga Kerja) MA Al-Faseni. Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala madrasah MA Al-Faseni yaitu Asep Supriyanto S.Pd, beliau mengatakan bahwa acara ini dibuat bentuk cara pihak sekolah untuk memperkenalkan dan mengajak anak muda terus ikut melestarikan kebudayaan Indonesia. Setelah pembukaan selesai dilanjutkan dengan beberapa perlombaan yang  bertemakan kebudayaan yaitu kreasi tenda budaya, senam budaya, olimpiade budaya, dan menggambar budaya, malam sebelum pembukaan sudah melakukan lomba skill performance yang mengangkat tema budaya. Antusias para peserta sangat tinggi dan semangat mengikuti acara ini, tidak hanya itu siswa-siswi MA Al-Faseni juga ikut memeriahkan acara kemah budaya dengan menggunakan baju adat masing-masing suku mereka. Dengan begitu secara tidak langsung mereka memperlihatkan rasa cinta dan ingin mengenal kebudayaan Indonesia.

 

Penutupan dilakukan pada sore hari dengan mengumumkan para pemenang dari setiap perlombaan, para peserta yang menang diberikan penghargaan berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan. Ditutup dengan sambutan dari ketua panitia oleh Tika Sari S,S. Beliau memberi pesan bahwa setelah acara kemah budaya ini peserta didik harus saling menghargai dan menghormati kebudayaan yang ada disekitar mereka terutama di lingkungan sekolah.

Tinggalkan komentar